Menuju Haji Mabrur : Manfaat bersabar dan bagaimana bersabar menghadapi ujian

Apa manfaat bersabar dan bagaimana bersabar menghadapi ujian…… : http://youtu.be/z4IZxvz62DM

Iklan

Perjalanan Singkat Haji Nabi

Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari bapaknya, dia berkata, “Saya meminta kepada Jabir bin Abdillah untuk mengabarkan tentang haji Rasulullah SAW.”

Dia (Jabir) berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak berhaji selama sembilan tahun. Beliau diijinkan pada tahun kesepuluh. Pada tahun itu beliau melakukan haji. Lalu orang-orang berdatangan ke Madinah. Mereka semua ingin berhaji bersama Rasulullah SAW dan mengikuti apa yang dilakukannya.

Lalu kami keluar bersamanya sampai kami tiba di Dzul Khulaifah. Di sana, Rasulullah SAW shalat di masjid kemudian naik ke Al-Qashwa` (nama unta Nabi). Jika untanya sejajar dengan jamaah, saya bisa melihat sejauh pandangan saya kepada orang yang berada di depannya, baik yang berjalan, yang di sisi kanan, sisi kiri maupun belakangnya.

Lalu beliau bertalbiah dengan suara keras sambil meneriakkan kalimah tauhid, ” Ya Allah saya memenuhi panggilanmu, tiada sekutu bagi-Mu. Segala puji, nikmat,dan kekuasaan hanya milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Rasulullah terus bertalbiah. Ketika kami tiba di Ka’bah, beliau sedang mengusap Rukun Yamani. Lalu beliau berlari pelan tiga putaran kemudian berjalan. Kemudian berhenti di makam Nabi Ibrahi, lalu membaca “Dan jadikanlah makam Ibrahim sebagai tempat shalat.” (Al-Baqarah: 125), lalu beliau shaat dua rakaat kemudian kembali ke rukun yamani kemudian mengusapnya.

Baca lebih lanjut

Haji Mabrur dan Indikatornya

A. Indikator Saat Ibadah Haji
1. Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

2. Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.

3. Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.

4. Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

B. Indikator Setelah Ibadah Haji
1. Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT.

2. Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bid’ah dsb. Baca lebih lanjut

Tips Meraih Haji Mabrur

Bagi jemaah haji yang benar-benar mau ibadah atas dasar Lillahi Ta` ala, tentu ada tips penting agar lancar, mudah, dan senantiasa sehat dalam beribadah haji. Insya Allah, kelak akan menjadi haji/hajjah mabrur/mabruroh. Tips dan kunci strategis ini tidak bisa dilakukan bagi jemaah yang pergi ke tanah suci karena haji pollitik, haji hanya untuk bergelar haji atau karena ingin dilihat publik (haji riya).

Bila para jemaah telah pasti keberangkatannya untuk melaksanakan ibadah haji, maka mutlak harus memantapkan dan membulatkan tekad dan niat bahwa ibadah haji akan berserah diri ke hadapan Ilahi Rabbi. Berserah diri dan pasrahlah karena Allah, tidak ada beban karena harta, jabatan, anak saudara sekalipun. Inilah yang dimaksudkan niat bersih dan mantap Lillahi Ta`ala. Baca lebih lanjut