Masjid Asy-Syajarah

Masjid ini terletak di daerah tinggi Makkah di jalan menuju Masjid Jinn. Diriwayatkan bahwasanya di tempat tersebut Nabi pernah memanggil pohon untuk ditanya tentang sesuatu. Pohon itu mendekat kepada Nabi lengkap dengan batang dan akarnya seperti tercabut dari tanah, lalu berhenti tepat di hadapan Nabi. Selanjutnya Nabi bertanya kepada pohon itu dan setelah selesai Nabi lalu memerintahkan pohon itu untuk kembali. Akhirnya pohon itupun kembali ke tempatnya semula.

Menurut Al-Fasi, pohon tersebut adalah pohon yang di bawah naungannya para sahabat dan Nabi mengadakan bai’at yang terkenal dengan Baiturridhwan.

Iklan

Tempat-tempat Bersejarah di Makkah dan Madinah

Menunaikan ibadah haji dan umroh merupakan impian setiap orang. Ketika berkunjung ke kota suci tersebut, banyak sekali fenomena menarik yang dapat kita pelajari.

Di Makkah dan Madinah banyak sekali tempat-tempat yang menjadi saksi kebesaran Islam dan perjuangan Rasulullah. Ada gua hira yang merupakan tempat Rasulullah menerima wahyu pertama kali. Jabal Tsur, Jabal Uhud, dll.

Untuk lebih mengenal tempat-tempat bersejarah di Makkah dan Madinah, silakan mendownload bahan-bahannya di sini secara gratis

Adapun jika Anda berminat memiliki bukunya, silakan lihat di sini

Arafah

Padang Arafah dinamakan demikian karena—menurut pendapat sebagian ulama—Nabi Adam ‘arafa (dipertemukan kembali) dengan Hawa setelah keduanya diturunkan dari surga. Letak Arafah di sebelah tenggara Masjidil Haram sejauh 22 km dan dianggap kawasan luar Tanah Haram.

Jamaah haji harus wuquf (berada) di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, karena jika tidak maka hajinya tidak sah. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Haji adalah (wuquf) di Arafah.”

Ketika berada di tempat ini pada tanggal 9 Dzulhijjah hendaknya seseorang memperbanyak doa, berdzikir, dan membaca Al-Qur`an. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.”

Adapun doa yang dipanjatkan tergantung kebutuhan masing-masing orang dengan syarat tidak bertentangan dengan syariat, semisal mendoakan buruk untuk orang lain, atau berdoa agar diberi hal-hal yang haram.


[1] HR. Malik, lihat Shahih Al-Jami’ (1102)

Muzdalifah: Tempat Bermalam Jamaah Haji

Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah. Dinamakan demikian karena jama’ah haji berdatangan ke tempat ini pada tengah malam atau karena para jama’ah pergi meninggalkan tempat ini secara bersamaan. Ada pula yang menamakan tempat ini sebagai jam’an yang artinya adalah berkumpul, karena Adam dan Hawa berkumpul di tempat ini. Batasnya adalah antara lembah Muhassir sampai ke Al-Ma’zamain (dua gunung yang saling berhadapan, yang di tengahnya ada jalan) yaitu 4,8 KM², sedangkan luasnya adalah 12,25 KM². Di sana terdapat rambu-rambu pembatas yang menentukan batas awal akhir dan akhir Muzhdalifah.

Baca lebih lanjut

Mina: Tempat Mabit dan Melempar Jumroh

Salah satu tempat bersejarah bagi umat Islam di Kota Makkah yaitu Mina. Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer dari kota Mekkah, Arab Saudi. Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal di sini sehari semalam sehingga dapat melakukan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Amalan seperti ini dilakukan Rasulullah SAW saat berhaji dan hukumnya sunnah. Artinya tanggal 9 Dzulhijah sebelum ke Arafah, tidak wajib bermalam di Mina.

Baca lebih lanjut

Makkah dan Sejarahnya

Makkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah tepatnya pada koordinat 21°25′24″LU,39°49′24″BT. Koordinat:21°25′24″LU,39°49′24″BT. Kotanya merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka’bah sebagai pusatnya. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.

Kota Makkah dikenal sebagai kota dagang, pada masa lalu dikenal dengan jalur perdagangan antara YamanMakkahMadinah-Damsyiq (Damaskus) dengan penghasilan sekali pemberangkatan kafilah mencapai 600.000 pound. Selain dikenal kota dagang, ekonomi juga bertumpu dengan pertanian dan peternakan serta pelayanan jasa untuk jemaah haji diantaranya usaha perhotelan dan penginapan.

Sejarah Kota Makkah

Baca lebih lanjut