Buku Keagungan Makkah dan Madinah Diminati Masyarakat Indonesia di Hongkong

Buku panduan Haji dan Umrah yang berjudul “Keagungan Makkah dan Madinah” mulai diminati masyarakat Indonesia yang berada di Hongkong. Pada awalnya ada salah seorang warga Indonesia di Hongkong yang memiliki buku itu dan dibawa ke Hongkong. Kemudian ada beberapa orang yang tertarik dengan buku itu sehingga memesan beberapa eksemplar. Selanjutnya ada lagi pemesanan untuk buku tersebut.

Buku “Keagungan Makkah dan Madinah” memang dibuat tidak terlalu tebal dan menggunakan bahasa ringan sehingga mudah untuk dipahami siapa saja, terutama bagi mereka yang ingin mengetahui seluk beluk kota Makkah dan Madinah, sebelum berziarah ke Kota Suci umat Islam ini dalam rangka menunaikan ibadah haji dan umroh.

Selain itu, buku “Keagungan Makkah dan Madinah” juga memuat kisah-kisah yang dialami orang-orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh sehingga dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk menunaikan ibadah haji dengan khusyuk.

Bagi yang tertarik dengan buku “Keagungan Makkah dan Madinah” dapat memesannya via sms ke nomor 081542179705 atau lewat e-mail: yasir.maqosid@gmail.com

Iklan

Biaya Haji Bisa Naik

Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) ada kemungkinan akan akan naik, namun demikian bisa juga tidak naik. Hal ini dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali setibanya di bandara internasional khusus haji bandara Soekarno– Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis lalu.

Kenaikan biaya itu menurutnya karena untuk memberikan pelayanan pemondokan dan transportasi yang baik maka pemondokan harus berjarak paling jauh 4 Km dari Masjidil Haram, Makkah. Ikhwal pemondokan ini Menag membaginya dalam 2 ring. Yakni ring I dan II. Ring I jarak dari Masjidil Haram ke pemondokan hanya sekitar 2 Km. Ring ke 2 di atas 2 km sampai 4 Km.

Pada musim haji tahun 1430 H ini jarak terjauh antara Masjidil Haram ke pemondokan mencapai 7 Km. Jamhaj yang menempati pemodokan di wilayah ring I mencapai 27%. “Insyaallah untuk musim haii 1431 H (2010) tahun depan targetnya mencapai 50%”, ujarnya. Sedangkan pemondokan yang berjarak terjauh 4 Km maksimum akan ditempati oleh jamaah sekitar 50%. Mungkin saja untuk tahun depan pemondokan jamaah di ring I lebih dari 50% itu.

Menjawab pertanyaan wartawan media ini di Jakarta setibanya bersama kloter JKG – 01, Jakarta menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, langkah langkah yang akan dilakukan untuk mencari pemondokan terjauh 4 Km adalah sejak operasional haji selesai, seluruh proses haji, pemulangan haji hingga Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Haji yang diselenggarakan setelah operasional haji selesai.

Sejak itulah akunya, pihaknya bekerja untuk mencari tempat tempat yang bisa dipergunakan jamhaj. Baik pada ring I ataupun II. “Jadi sejak awal kita bekerja”, jelas Menteri Agama yang berada kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji.

Sumber: informasihaji.com

Hotel Arab Saudi Rugi 1 Milyard Real

Para pengusaha perhotelan di Arab Saudi tak behasil mengeruk untung pada musim haji tahun 1430 Hijriyah ini. Sejumlah pengusaha perhotelan bahkan harus banyak mengelus dada karena turunnya jumlah jemaah haji dampak kasus Flu Babi yang menimpa dunia. Menurut laporan mereka yang dikutip harian Ukaz edisi Ahad, 6 Desember kemarin, kerugian mereka mencapai 1 milyar Riyal atau sekitar Rp 2,7 Trilyun.

Khalil Bahader, Ketua Komite Hotel dan Pariwisata pada kamar Dagang dan Industri Mekah mengatakan, pendapatan pengusaha hotel berkurang 70%. Kalangan perhotelan sangat terpukul karena jemaah haji kelas atas (hajj fanadiq) berkurang jauh tahun ini karena isu Flu Babi. Bahkan warga Arab Saudi sendiri memilih berlibur ke luar negeri daripada melaksanakan ibadah haji karena kasus itu. Baca lebih lanjut

Sejarah Haji

Oleh: Abdul Mun’im, S.Pd.I

Haji secara bahasa berarti menuju ke suatu tempat. Namun secara syariat mengacu pada ziarah tahunan umat Islam ke Mekah dengan maksud tertentu untuk melakukan ritual keagamaan diwaktu tertentu pula sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Haji pertama kali disyariatkan oleh Allah pada masa Nabi lbrahim a.s. dan ia adalah Nabi yang dipercaya oleh Allah untuk membangun Ka’bah bersama dengan anaknya Ismail di Mekah. Allah menggambarkan Ka’bah sebagai berikut: “Dan ingatlah ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat mereka yang ruku’ dan sujud.” (Al-Hajj :26)

Setelah membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim datang ke Mekah untuk melakukan ibadah haji setiap tahun, dan setelah kematiannya, praktik ini dilanjutkan oleh anaknya. Namun, secara bertahap dengan berlalunya waktu, baik bentuk dan tujuan ritual haji berubah sebagai penyembahan berhala yang tersebar di seluruh Arabia, Ka’bah kehilangan kemurnian dan berhala ditempatkan di dalamnya. Dindingnya penuh dengan puisi dan lukisan, dan akhirnya lebih dari 360 berhala ditempatkan di sekitar Ka’bah. Baca lebih lanjut