Pencuri Hajar Aswad yang Binasa

Di antara kalangan Qaramithah terdapat salah seorang musuh Allah, Raja Bahraih, Abu Thahir Qirmithi Sulaiman bin Abi Sa’id yang memimpin pasukan untuk menyerang Baitullah. Orang-orang tidak menyadari bahwa hari senin tersebut adalah Hari Tarwiyah, kecuali setelah Abu Thahir membawa 700 pengikutnya. Mereka masuk Masjidil Haram dan membabi buta membantai para jamaah haji di Tanah Haram.

Kemudian ia mendatangi Hajar Aswad dan memukulnya dengan alat pencongkel dan memcahnya. Kemudian ia mencongkelnya setelah shalat Ashar hari senin tanggal 14 Dzulhijah. Lantas ia kembali ke daerahnya (Bahrain) dengan membawa Hajar Aswad. Ia bermaksud menjadikan ibadah haji berada di tempatnya. Namun niatnya itu tidak akan berhasil dan sia-sia belaka, sebagaimana yang dialami pendahulunya, Abrahah.

Ada yang mengatakan bahwa ada 40 onta yang mati saat membawa Hajar Aswad. Sedangkan pada saat dikembalikan, Hajar Aswad dibawa oleh seekor onta yang kurus.

Tempat Hajar Aswad di Ka’bah menjadi kosong. Orang-orang pun menempelkan tangan mereka di tempat tersebut untuk mencari barokah sampai Hajar Aswad dikembalikan ke tempatnya semula di Ka’bah, yaitu setelah kebinasaan Abu Thahir Qirmithi secara mengenaskan tahun 332 H. Hajar Aswad berada di tangan Qirmithi dan para pengikutnya selama 22 tahun kurang empat hari.

Sumber: Keajaiban Hajar Aswad dan Maqom Ibrohim, hlm. 33-34

4 responses to “Pencuri Hajar Aswad yang Binasa

  1. Ping balik: Pencuri Hajar Aswad yang Binasa | MOTIVA CONECT TOUR AND TRAVEL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s