Banyak cara dan jalan menuju Makkah. Menunaikan ibadah haji selama ini bisa dilakukan dengan darat, laut, dan udara, bisa juga dilakukan dengan berbagai sarana transportasi. Tahun lalu seorang jamaah haji asal Azarbeijan menunaikan haji dengan berjalan kaki. Tahun ini, seorang jemaah haji asal Prancis akan menunaikan ibadah haji dengan menggunakan sepeda ontel.
Rindu tak Pernah Pudar
November 6, 2008 pada 6:46 am (Kisah Haji)
Tags: cerita haji, Kisah Haji, Pengalaman haji, Rizqullah
Rizqullah menunaikan ibadah haji pertama kali tahun 1985. Ia berangkat dari Amerika Serikat. Saat itu ia sedang menempuh pendidikan S2 di negeri Paman Sam itu. Bank BNI yang mengirim dia untuk tugas belajar ke AS.
Biasanya tiap liburan musim panas, Rizqullah memanfaatkannya dengan berkeliling negara-negara bagian di Amerika Serikat. Pada 1985 itu ia mikir-mikir, summer kali ini mau ke mana. Kebetulan ada teman satu apartemen, orang Indonesia juga, ayahnya mengelola pemberangkatan jamaah haji.
Basisnya di Jeddah. Tiap tahun temannya itu selalu membantu orang tuanya mengurus jamaah haji. `’Dia menawari saya untuk ikut ke Tanah Suci. Awalnya saya masih mikir soal ongkos. Tapai dia bilang, yang penting tiket pesawatnya saja. Kalau sudah sampai di Arab, yang lainnya insya Allah beres. Akhirnya saya putuskan ikut,” tutur Rizqullah.
Walaupun ikut ONH Plus tersebut, Rizqullah tidak selamanya mengikuti acara rombongan. Dia sering pergi sendiri, misalnya ke Jeddah dan Makkah. Beberapa kali dia menginap di Masjidil Haram. Dia bergabung dengan anggota jamaah lainnya di Jeddah. `’Saya lebih suka jalan sendiri, selain menghemat ongkos, juga tidak terikat,” ujar Rizqullah yang pernah ditugasi memimpin cabang BNI di Hongkong dan London.
Ada yang menarik ketika pertama kali Rizqullah masuk Masjidil Haram. `’Pertama kali melihat Ka’bah, tanpa sadar badan saya merinding dan bergetar. Air mata menetes. Ketika itulah saya merasakan betapa besarnya Allah, dan betapa kecilnya saya,” tutur lelaki yang pernah memimpin berbagai cabang BNI di Indonesia itu.
Ada pengalaman lain yang juga selalu diingatnya. Waktu ia dan teman yang lain hendak tawaf, dia meletakkan sandal di dekat tiang masjid. Dia telah diingatkan oleh temannya agar jangan menaruh sandal di situ. `’Saya bilang, ini Masjidil Haram, aman. Tapi dia mengatakan, bisa saja sandal saya hilang,” kata Rizqullah yang kini dipercaya sebagai Pemimpin BNI Syariah.
Selesai tawaf, Rizqullah mencari sandal tadi, ternyata tidak ada di tempatnya. Rombongan kembali ke penginapan. Sepanjang jalan, Rizqullah berpikir, apa kesalahan yang telah dilakukannya. Dia memutuskan balik lagi ke Masjidil Haram. Di tempat itu, ternyata bungkusan berisi sandal dalam keadaan utuh. `’Hal ini menyadarkan saya, bahwa kita tidak boleh bicara sembarangan, tidak boleh takabbur,” ujarnya.
Rizqullah juga mempunyai pengalaman lain yang sulit dilupakan. Saat menunggu shalat Isya di Masjidil Haram, dia didatangi orang dari Timur Tengah. Dia mengaku kena musibah dan perlu uang untuk membeli kain ihram. Rizqullah hanya membawa uang 75 riyal. Akhirnya ia patungan dengan jamaah lain untuk membantunya.
Sekembalinya ke Jeddah, dia ceritakan hal itu. `’Mereka mengatakan saya kena tipu. Ternyata banyak orang yang suka menipu di Tanah Suci. Mulanya saya tidak percaya hal itu,” ujarnya. Berhaji, kata Rizqullah, memberikan bekas spiritual yang sangat mendalam di hatinya. Rizqullah dan rombongan berangkat ke Madinah naik bus ber-AC. Sepanjang perjalanan, dia melihat kiri-kanan. Tidak ada apa-apa, hanya gurun yang terhampar. Di tengah perjalanan, rombongan beristirahat sejenak di rest area.
`’Begitu keluar dari mobil, panas terasa menyengat. Saya lantas teringat, dulu Rasulullah perjuangannya sangat berat dan keras. Beliau harus melintasi padang pasir yang terik dengan berjalan kaki dan naik onta, untuk mendakwahkan Islam kepada umat manusia. Ini memberikan inspirasi yang amat berharga bagi saya untuk menempuh perjuangan hidup,” paparnya.
Pengalaman haji membuat Rizqullah selalu rindu untuk balik lagi ke sana. Tahun 1990, saat bertugas di Hongkong, dia pun menyempatkan diri berhaji untuk kedua kalinya. Ketika bertugas di BNI Cabang London tahun-tahun menjelang dan saat berlangsung krisis ekonomi Indonesia (pertengahan tahun 1997), hampir tiap tahun Rizqullah melaksanakan umrah.
Setiap kali menunaikan ibadah haji atau umrah, akunya, dia selalu menangis. `’Walau berkali-kali kita datang ke Tanah Suci, kesannya tidak pernah berkurang. Saya lalu teringat ceramah Buya HAMKA (almarhum). Dia mengatakan begini: Saya bukan sombong, saya sudah keliling ke Rusia, Eropa, Amerika, tapi saya tidak ingin ke sana lagi. Sebaliknya, saya sudah belasan kali pergi ke Tanah Suci, tapi sampai sekarang kerinduan untuk kembali dan kembali lagi ke sana, tak pernah pudar.”
Hal itu pun, kata Rizqullah, dirasakan olehnya. `’Tiap pergi ke Tanah Suci, seakan-akan baterai yang redup atau lemah di-charge sehingga terang kembali. Tanah Suci selalu membuai, selalu menimbukkan kerinduan. Kalau kita sudah di Makkah, kembali ke Tanah Air itu rasanya berat, malas,” ujarnya.
Selain belaian rindu, haji dan umrah membuat Rizqullah makin yakin terhadap kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. `’Semangat dan nilai-nilai ibadah haji dan umrah sangat mempengaruhi perikehidupan saya, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas dari kantor. Saya tidak takut menghadapi siapa pun, kecuali Allah SWT. Kalau ada sesuatu yang keliru, saya tidak takut untuk mengatakannya, walaupun itu menyangkut atasan saya. Saya juga bertambah yakin, kalau kita berbuat baik, kita pasti akan memetik hikmah dan imbalannya,” tutur Rizqullah.
(Irwan Kelana )
Sumber: www.republika.co.id
Menjadi Direktur Bank Setelah Haji
Juli 31, 2008 pada 4:25 am (Kisah Haji)
Tags: Bank, Bank Muamalat, Kisah Nyata, Menjadi Direktur, Zainulbahar Noor
Selain banyak kejadian aneh di Tanah Suci, ibadah haji juga bisa membawa berkah tersendiri jika dilaksanakan dengan niat yang suci dan diamalkan dengan bai. Hal ini yang dirasakan betul oleh oleh Zainulbahar Noor. Sepulang menunaikan ibadah haji tahun 1990, lelaki kelahiran Binjai, Sumatera Utara, 8 November 1943 itu diajak terlibat dalam persiapan pembentukan Bank Muamalat, yang merupakan bank syariah pertama di Indonesia.
Kisah Para Calon Jemaah Haji di China
Juli 28, 2008 pada 2:42 am (Kisah Haji)
Tags: Haji, Haji China, Kisah Calon Haji, Muslim China
Suatu hari di musim dingin, Ma Xiulan duduk di lantai bersama 200-an orang di suatu balai di Beijing. Perempuan berusia 74 tahun tersebut dengan saksama mendengarkan ceramah dari seorang pria yang berdiri di mimbar. Ma, yang datang jauh-jauh dari Kawasan Otonomi Mongolia Pedalaman, tampak tenang dan siap mengarungi perjalanan jauh.
Empat puluh delapan jam kemudian, dia sudah duduk tenang bersama rombongan di dalam pesawat yang akan terbang selama 12 jam menuju Arab Saudi. Perjalanan yang sudah lama diidam-idamkan Ma Xiulan akhirnya tercapai, yaitu menjalankan ibadah haji.
Seperti semua jemaah calon haji di China, dia harus menjalani berbagai pelatihan dan pembekalan, termasuk mendengar ceramah dari pria yang ada di mimbar. Isi ceramahnya, kebijakan-kebijakan keagamaan dan luar negeri Pemerintah China. Baca entri selengkapnya »
Kita Tour (Travel Haji dan Umroh)
Juli 23, 2008 pada 3:42 am (Kisah Haji)
Tags: Kitatour, Travel Haji
KitaTour adalah Sebuah Perusahaan Perjalanan yang akan membantu Umat Muslim di Indonesia yang akan menjalankan Ibadah Umroh dan Haji ke Tanah Suci . Untuk Memenuhi panggilan Allah SWT dalam menjalankan Ibadah Rukun Islam Yang ke lima .KITATOUR & TRAVEL -PT. KIBLATAIN JAYA WISATA -IZIN DEPAG NOMOR D/406 TAHUN 2005.berdomisili di Jakarta .Alhamdulillah Kitatour sudah dapat menjalankan tugasnya membantu para Jama’ah Haji dan Umroh ke tanah Suci ,KitaTour Membantu dan membimbing Serta membekali Ilmu Pengetahuan yang berkenaan dengan Haji dan Umrah yang sesuai dengan syare’at Islam, Dengan Harapan dapat diterima Allah SWT.
- KitaTour mengantar anda menuju Puncak kekhusyu’an Ibadah di Tanh Suci.
- KitaTour Selalu berusaha meningkatkan Pelayanan yang memuaskan kepada Jama’ahnya,
- KitaTour Memberikan Harga yang sesuai dengan Kemampuan Jama’ah
- KitaTour Menyediakan Muthowif yang Profisional dan berpengalaman serta Berilmu Agama dan pandai berbahasa Indonesia.Arab dan Inggris
- KitaTour Selalu Siap menerima Kritik dan Saran yang positif dari para Jama’ahnya.
- KitaTour Bukan hanya Berbisnis Semata Tapi KitaTour Selalu Ingin Membantu Umat Islam Di Indonesia dalam Menjalankan Ibadah dengan baik/Benar Serta Khusyu’ dan Ikhlas Sesuai dengan ajaran Syare’at Islam .
- KitaTour mengharapkan agar Umat Islam Indonesia tidak buta dengan sejarah karena itu Kitatour menyediakan Paket Umroh Plus ketempat tempat yang bersejarah bagi Agama Islam dan berziarah ketempat /Maqom para Ulama/Para Aulia ,Pahlawan yang berjasa di Zaman Rosulullah dan Juga tempat yang bersejarah bagi Umat manusia didunia dimana Musuh Nabi Musa Berada “Fira’un ” dengan segala peninggalannya yang tersisa.
- KitaTour Mengharapkan Kehadliran Anda agar KitaTour dapat berjalan dengan Mulus dapat Tercapai Cita-citanya” mendapatkan Keridloan Allah SWT”
- Tanpa Anda KitaTour Bukan Apa-apa ….
“KitaTour & Travel”
Hj.Tuty Alawia Ishak
Jl. H.Nawi Raya No. 55 Jakarta Selatan 12420-Indonesia
Phone : 021.769.9293 -021.98022509.
Fax : 021.769.9293 – Email ; kitatour99@yahoo.co.id
Website: http://kitatour.wordpress.com/
Umrah dan Tata Caranya
Juli 18, 2008 pada 6:13 am (Kisah Haji)
Umrah adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram. Perbedaan umrah dengan haji adalah waktunya. Umrah bisa dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun), sedang haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah. Sebagai ritual yang tidak wajib (banyak ahli hukum Islam menyebutnya sebagai sunnah) bila dilaksanakan mendapatkan balasan dari Tuhan.
Tata Cara umrah
Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
- Disunnahkan mandi sebelum ihram untuk umrah.
- Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
Menjadi Mahasiswa Terbaik dan Membangun Rumah Tangga Sakinah Berkat Haji
Juli 14, 2008 pada 1:50 am (Kisah Ajaib, Kisah Haji)
Tags: Al-Azhar, Kota Suci, Mahasiswa Terbaik, Makkah, Rumah Tangga Sakinah, Yasir Maqosid
Makkah merupakan Kota Suci umat Islam yang memiliki keistimewaan dari jaman dahulu hingga sekarang. Terutama Ka’bah yang menjadi kiblat shalat umat Islam mempunyai keutamaan yang tidak dimiliki oleh bangunan lainnya. Sehingga tidak heran jika di tempat tersebut seringkali terjadi keajaiban yang mencengangkan hati, tidak masuk akal tetapi terjadi secara nyata.
Alkisah, kawan karibku—saat itu kuliah di Al-Azhar Mesir—ingin pergi haji memenuhi panggilan Ilahi. Di saat yang sama, ada seorang akhwat yang seangkatan dengannya juga berkeinginan untuk pergi haji. Namun, Pemerintah Saudi mensyaratkan bagi setiap perempuan yang ke Tanah Suci harus memiliki mahram. Keputusan ini sifatnya mutlak dan tidak bisa ditawar. Akhirnya mau tidak mau akhwat tersebut mencari muhrim yang siap mendampinginya untuk memenuhi persyaratan tersebut. Sebenarnya ada beberapa orang yang siap menjadi akhwat tersebut, tetapi karena pertimbangan akhlak, dan perilaku yang mulia, maka akhwat itu memutuskan untuk meminta kawanku menjadi muhrimnya. Baca entri selengkapnya »
Tubuh Terguncang Saat Thawaf
Juli 10, 2008 pada 4:28 am (Kisah Haji)
Tags: Haji, Pengalaman haji, Thawaf
Sebagaimana para jamaah umroh lainnya, Pak M melakukan tawaf sebanyak tujuh putaran. Ketika itu yang terpikirkan hanya lintasan sejarah pembangunan Rumah Suci itu. Ia mengadu kepada Allah : “ya Allah, apakah aku meninggalkan Ka’bah tanpa goresan yang dalam di relung hati, kecuali lintasan sejarah dalam pikiran? Bismillaahirrahmaanirrohiim….” Baca entri selengkapnya »
Kitab Kuning yang Terselamatkan
Juli 9, 2008 pada 4:34 am (Kisah Ajaib, Kisah Haji)
Tags: Kisah Nyata, Kitab kuning, Makkah, Pekalongan, Pondok Pesantren Al-Falah Kediri
Kisah nyata ini dialami oleh seorang ibu dari Pekalongan Jawa Tengah. Sebelum berangkat menunaikan haji, anaknya yang mengaji di Pondok Pesantren Al-Falah, Kediri, Jawa Timur memintanya untuk membelikan kitab-kitab kuning yang diajarkan di Pondoknya. Karena kitab-kitab itu sulit didapatkan atau bahkan tidak dijual di Indonesia, maka dia meminta ibunya untuk membelikannya di Makkah. Baca entri selengkapnya »
Kisah Haji Abdullah bin Mubarak
Juli 9, 2008 pada 1:27 am (Kisah Haji)
Abdullah bin al-Mubarak hidup di Mekkah. Pada suatu waktu, setelah menyelesaikan ritual ibadah haji, dia tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit.
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“600.000,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”
