Paket Umroh Ramadhan

Kafilah Akbar sebagai Travel Haji dan Umroh, menerima pendaftaran Umroh Ramadhan. Dalam hadits disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Apabila datang bulan Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di bulan itu menyamai ibadah haji.

Adapun biaya Paket Umroh Ramadhan adalah sebagai berikut:

Paket Reguler: Pra Ramadhan (13/14  hari) USD 2650

Awal/Tengah Ramadhan (13/14 hari) USD 3030

Paket Lailatul Qadar (15/16 hari) USD 3480

Ramadhan Full (29/30 hari) USD 4600

 

Paket Umrah Ekonomis (Apartemen) :

Ramadhan (17 hari) Rp. 25.000.000

Ramadhan Full (29/30 hari) Rp 33.000.000

Adapun brosur dari paket haji dan umroh dapat didownload di sini:

Brosur Umrah_edit februari revisi harga_

 

Brosur Umrah_edit februari revisi harga_logo kuning

Mafia Visa Umroh Kian Marak

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kedubesnya di Jakarta menyatakan, tidak akan menolerir keberadaan mafia visa umrah.

Sanksi tegas akan diberikan termasuk melakukan deportasi jika yang bersangkutan adalah warga negara Arab Saudi. Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Konsuler Kedubes Arab Saudi, Abdulaziz A Argabi. “Siapapun mafianya tidak ada toleran.”

Dikemukakan Argabi, oknum yang selama ini diduga terlibat dalam kekisruhan persoalan visa bukan pegawai di Kedubes. Pihaknya pun membantah oknum yang berinisial UM merupakan wakil dari Kedubes. “Ia (UM) bukan staf dan tidak mewakili pemerintah Arab Saudi,” ungkapnya. Baca lebih lanjut

Dana Talangan Haji : Halal atau Haram?

Dulu, bank syariah pernah meluncurkan produk tabungan haji. Caranya, setiap nasabah yang sudah cukup tabungan hajinya, akan mendapatkan kursi keberangkatan. Jadi, pihak bank—bekerja sama dengan Kementerian Agama—berfungsi sebagai penyedia jasa pengurus haji bagi nasabah.

Untuk menjawab kebutuhan umat yang ingin menunaikan haji, namun uangnya belum terkumpul, beberapa bank syariah mulai gencar meluncurkan produk dana talangan haji. Yaitu dana pinjaman (al-Qardh) kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana guna memperoleh kursi haji pada saat pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Kemudian, nasabah berwajiban mengembalikan dana dipinjam itu dalam jangka waktu tertentu. Sebagai jasanya, bank syariah memperoleh imbalan (ujrah) yang besarnya tak didasarkan pada jumlah dana yang dipinjamkan dan tidak boleh dipersyaratkan dalam pemberian dana talangan. Dari sinilah, kontroversi di kalangan masyarakat mulai muncul. Baca lebih lanjut

Biaya Haji Bisa Naik

Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) ada kemungkinan akan akan naik, namun demikian bisa juga tidak naik. Hal ini dikemukakan Menteri Agama Suryadharma Ali setibanya di bandara internasional khusus haji bandara Soekarno– Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis lalu.

Kenaikan biaya itu menurutnya karena untuk memberikan pelayanan pemondokan dan transportasi yang baik maka pemondokan harus berjarak paling jauh 4 Km dari Masjidil Haram, Makkah. Ikhwal pemondokan ini Menag membaginya dalam 2 ring. Yakni ring I dan II. Ring I jarak dari Masjidil Haram ke pemondokan hanya sekitar 2 Km. Ring ke 2 di atas 2 km sampai 4 Km.

Pada musim haji tahun 1430 H ini jarak terjauh antara Masjidil Haram ke pemondokan mencapai 7 Km. Jamhaj yang menempati pemodokan di wilayah ring I mencapai 27%. “Insyaallah untuk musim haii 1431 H (2010) tahun depan targetnya mencapai 50%”, ujarnya. Sedangkan pemondokan yang berjarak terjauh 4 Km maksimum akan ditempati oleh jamaah sekitar 50%. Mungkin saja untuk tahun depan pemondokan jamaah di ring I lebih dari 50% itu.

Menjawab pertanyaan wartawan media ini di Jakarta setibanya bersama kloter JKG – 01, Jakarta menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, langkah langkah yang akan dilakukan untuk mencari pemondokan terjauh 4 Km adalah sejak operasional haji selesai, seluruh proses haji, pemulangan haji hingga Evaluasi Pelaksanaan Ibadah Haji yang diselenggarakan setelah operasional haji selesai.

Sejak itulah akunya, pihaknya bekerja untuk mencari tempat tempat yang bisa dipergunakan jamhaj. Baik pada ring I ataupun II. “Jadi sejak awal kita bekerja”, jelas Menteri Agama yang berada kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji.

Sumber: informasihaji.com

Hotel Arab Saudi Rugi 1 Milyard Real

Para pengusaha perhotelan di Arab Saudi tak behasil mengeruk untung pada musim haji tahun 1430 Hijriyah ini. Sejumlah pengusaha perhotelan bahkan harus banyak mengelus dada karena turunnya jumlah jemaah haji dampak kasus Flu Babi yang menimpa dunia. Menurut laporan mereka yang dikutip harian Ukaz edisi Ahad, 6 Desember kemarin, kerugian mereka mencapai 1 milyar Riyal atau sekitar Rp 2,7 Trilyun.

Khalil Bahader, Ketua Komite Hotel dan Pariwisata pada kamar Dagang dan Industri Mekah mengatakan, pendapatan pengusaha hotel berkurang 70%. Kalangan perhotelan sangat terpukul karena jemaah haji kelas atas (hajj fanadiq) berkurang jauh tahun ini karena isu Flu Babi. Bahkan warga Arab Saudi sendiri memilih berlibur ke luar negeri daripada melaksanakan ibadah haji karena kasus itu. Baca lebih lanjut

Pembangunan Rel Kereta Api Makkah-Madinah Dimulai

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani perjanjian pembangunan jalan kereta api Mekah-Madinah-Jeddah dengan biaya SR6,79 miliar yang dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimin perusahaan raksasa Arab Saudi, Al-Rajhi.

Penandatanganan dilakukan Menteri Keuangan Arab Saudi Dr. Ibrahim al-Assaf dan Menteri Transportasi Dr. Jabara Al-Seraisry dan dari pihak Al-Rajhi diwakili Sulaiman Abdullah Al-Rajhi, yang menjabat sebagai ketua konsorsium yang melibatkan kontraktor Al-Arrab dan 18 perusahaan Cina. Baca lebih lanjut

Harga Sewa Pondokan Haji Meningkat Tajam

Sekjen Departemen Agama Bahrul Hayat PH.D mengatakan bahwa harga sewa pondokan haji di Mekah dewasa ini “melambung” tinggi, sehingga pemerintah harus bersaing dengan sejumlah negara muslim lainnya untuk mendapatkan pondokan yang dekat dengan kawasan Masjidil Haram. “Harga sewa pondokan haji sekarang sedang melambung,” Baca lebih lanjut

Mekah Siapkan 20.0000 Petugas Haji

Pemerintah kota suci Mekah telah menyiapkan 20.000 petugas dalam rangka pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Mereka akan bekerja pada tugas kebersihan, kesehatan lingkungan, pegawas makanan, dan pengawas harga. Demikian seperti diberitakan harian Arab News edisi Selasa, 28 Oktober hari ini.

“Tim ini didukung penuh oleh kementerian pembangunan Arab Saudi, Kepolisian, Pramuka, dan pengawas gizi dan makanan yang akan bergabung melakukan tugas mulia ini,” kata Wali kota Mekah, Dr. Osama Al-Bar.

“Sekitar 700 orang tenaga kebersihan akan bekerja di sekitar Masjidil Haram dan 6.000 tenaga kebersihan akan bekerja di wilayah perhajian,” kata Osamah.

Juga, nanti, di Mina nanti akan disediakan 1.100 kursi untuk tukang cukur. “Ada 57 posko yang akan mengawasi keluar masuk binatang dam dan korban sebelum disembelih,” kata Osamah. “Semua ternak yang akan disembelh harus melalui pemeriksaaan seksama,” tukasnya.

Begitu juga makanan yang dijual akan terus dipantau. “Jika ada yang terkontaminasi, kami akan langsung perintahkan untuk buang,” katanya. “Semua kami lakukan dalam rangka memberi pelayanan kepada jemaah haji.”

Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga telah menyiapkan 300 tenaga kesehatan yang akan memberi penyuluhan kesehatan dan kebersihan makanan di Mekah dan Madinah selama musim haji ini. (Musthafa Helmy)

Sumber: informasihaji.com

2,5 Juta Jamaah Umroh di Madinah

Diperkirakan jumlah jamaah umroh dari segala penjuru negara yang datang ke Madinah sampai dengan hari Sabtu kemarin mencapai 2,5 juta jamaah. Direktur Pusat Haji di Madinah, Hasan Bakri mengatakan, “Jamaah yang datang melalui jalur udara mencapai 1,9 juta, yang melalui jalur darat mencapai 553 juta, sedangkan yang melalui transportasi laut mencapai 89 ribu.”

Bakri mengatakan, visa yang dikeluarkan pihak Kerajaan Saudi dalam rangka umroh mencapai 3,3 juta. Negara yang paling banyak jumlah jamaah umrohnya adalah Iran yaitu 511.636 jamaah. Disusul oleh Mesir sebanyak 475.642 jamaah. Disusul oleh Pakistan sebanyak 460.351 jamaah, selanjutnya berturut-turut disusul oleh Yordania, Turki, Suria, dan Indonesia.

Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa meskipun jumlah jamaah haji di Indonesia adalah yang terbesar, namun jamaah umrohnya masih terhitung kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang jumlah penduduknya tidak sebanyak Indonesia.